Doa untuk kejayaan
October 29, 2007 by dzln2911
SETIAP orang mendambakan kejayaan atau kebahagiaan dalam kehidupan
dengan memperoleh kesemua yang diinginkan dan dicita-citakannya.
Kejayaan ini boleh berbentuk kebendaan, pangkat, ilmu intelektual,
atau sukses emosional (kejayaan emosi). Setiap kesuksesan (kejayaan)
tersebut bagi seorang Muslim tidak hanya diperoleh dengan ikhtiar,
namun juga disertai doa.
Doa merupakan pendorong rohaniah untuk terus berusaha kerana meyakini
bahawa setiap usaha yang dibarengi (diiringi) doa pasti akan sukses.
Allah berfirman: Berdoalah kepada-Ku, nescaya akan Aku jawab. (Surah
Al-Mukmin: 60)
Dengan keyakinan ini, setiap ikhtiar yang kita usahakan akan dilakukan
dengan sebaik mungkin, kalau bisa sampai sempurna atau minimal
mendekati kesempurnaan.
Dalam sebuah hadis Qudsi, Rasulullah saw bersabda: ‘Sesungguhnya Allah
berfirman: Aku akan mengikuti prasangka hamba-Ku dan Aku akan
senantiasa menyertainya apabila berdoa kepada-Ku.’ (Hadis riwayat
Bukhari dan Muslim)
Para nabi dan rasul, sebagaimana dikisahkan secara indah dalam
Al-Quran, senantiasa berdoa untuk sukses dalam misinya sebagai
peribadi atau sebagai pemimpin umat.
Nabi Ayub berdoa untuk sembuh daripada penyakit; Nabi Isa berdoa untuk
mendapat rezeki yang halal; Nabi Zakaria berdoa untuk mendapatkan
keturunan yang baik; dan Nabi Sulaiman berdoa untuk mendapatkan kekuasaan.
Doa-doa mereka merupakan doa-doa yang baik (makthurat) yang dapat kita
contoh dengan mengikuti dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Doa juga dinilai sebagai ibadah yang utama di sisi Allah: ‘Tidak ada
satu pun amal yang lebih mulia pada pandangan Allah daripada doa.’
(Hadis riwayat Bukhari).
Bahkan, Allah membenci orang-orang yang enggan berdoa kepada-Nya:
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri daripada menyembah-Ku
(tidak mahu berdoa), akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina
dina. (Surah Al-Mukmin: 60).
Betapa tingginya nilai doa bagi seorang Muslim sehingga rasul
menyatakan doa merupakan intinya ibadah (mukhul ibadah) dan senjata
bagi orang yang beriman.
Agar kita senantiasa berjaya dalam hidup, marilah kita berdoa, baik
sewaktu susah mahupun senang, ketika miskin atau kaya, dalam keadaan
lapang atau sempit.
Doa yang dipanjatkan secara dawam (rutin) inilah yang paling Allah sukai.
‘Barangsiapa yang menginginkan doanya dipenuhi Allah ketika dia dalam
kesulitan, hendaknya dia memperbanyak doa pada waktu lapang.’ (Hadis
riwayat Tirmidzi dan Hakim)