Abu Bakar Ash Shiddiq
October 3, 2008 by dzln2911
“If Rasulullah is the full moon in the darkest night, so the sahabah is the stars…. “
– Ustaz Bashar
Abu Bakr ash - Shiddiq

3 golongan dalam surah Al Waqiah 56:10.Abu Bakr termasuk dlm salah satu dari golongan tersebut..iaitu golongan yang ‘mendahului’….
“Dan (puak yang ketiga pula ialah) orang-orang yang telah mendahului (dalam mengerjakan kebaikan di dunia), yang akan mendahului (mencapai balasan yang sebaik-baiknya di akhirat kelak);”
Sifat beliau yang pertama tama menbelanjakan harta ke jalan Allah seperti yg di sebut dlm Surah.Al-Hadid.
57:10. Dan mengapa kamu tidak membelanjakan harta benda kamu pada jalan Allah? Padahal Allah jualah yang mewarisi langit dan bumi (serta segala isinya). Tidaklah sama di antara kamu, orang-orang yang membelanjakan hartanya serta turut berperang sebelum kemenangan (Nabi menguasai Mekah). Mereka itu lebih besar darjatnya daripada orang-orang yang membelanjakan hartanya serta turut berperang sesudah itu dan tiap-tiap satu puak dari keduanya, Allah janjikan (balasan) yang sebaik-baiknya. Dan (ingatlah), Allah Maha Mendalam PengetahuanNya akan apa yang kamu kerjakan.
l First man to embrace islam
l First successor after Rasulullah passed away
l Enter paradise without being judge…
l Best sahabat before others
l Cleaning elderly blind woman’s tent …
Pivotal events..
l Isra’ mi’raj – he was the first to believe in him…
l The day of Hijr – the only companion traveling during hijrah “La tahzan, Inna Allaha ma’ana”. Surah At Taubah : 40
“Kalau kamu tidak menolongnya (Nabi Muhammad) maka sesungguhnya Allah telahpun menolongnya, iaitu ketika kaum kafir (di Mekah) mengeluarkannya (dari negerinya Mekah) sedang dia salah seorang dari dua (sahabat) semasa mereka berlindung di dalam gua, ketika dia berkata kepada sahabatnya: Janganlah engkau berdukacita, sesungguhnya Allah bersama kita. Maka Allah menurunkan semangat tenang tenteram kepada (Nabi Muhammad) dan menguatkannya dengan bantuan tentera (malaikat) yang kamu tidak melihatnya dan Allah menjadikan seruan (syirik) orang-orang kafir terkebawah (kalah dengan sehina-hinanya) dan Kalimah Allah (Islam) ialah yang tertinggi (selama-lamanya), kerana Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.”
l The death of Rasulullah - he said ‘whoever worship Muhammad, he’s dead, but whoever worship Allah, Allah is always Alive..
l The riddah who deny to pay zakah – he fought them with 11 batalion of soldiers
Identification
Abdullah bin Usman (Abi Quhafah)
Nickname : al Atiq ( free, yang paling saleh dan dibebaskan dari api neraka ) ( handsome ) , Abu Bakr ( name of a sheep) ( name of a tribe), As Shiddiq ( the event of isra’ mi’raj)
Tribe : Quraisy, nasab at 6th level at Murrah bin Kaab related to rasulullah saw.
D.O.B : 2 years after tahun gajah
Appearance : from Aisyah r.a “ fair complexion, thin, slender,medium height, a little bit stooped, his belt will come down, his cheekbone is prominent, his eyes were sunk a little bit, his joints in fingers is prominent, has a full hair beard & hair, used to dye his hair with henna – red
Before Islam : Was merchant before Islam and a friend of Rasulullah. Never drank alcohol. Capital 40,000 dirham when enter islam. Honorable man & people in Quraish. Never prostrate to idol
After Islam :
Do dakwah on the first day after embrace islam to Usman bin Affan, Zubair bin Awwm, Abdul Rahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqas , Talhah bin Ubaidillah, Abu Ubaidah ibn Al Jarrah (6 dari 10 sahabat dijamin syurga), Abu Salamah, Usman ibn maz’un, arqam bin abi al arqam
Beaten up till he passed off, no one could recognize his face after beaten up, happened few times when he called for islam
Bought and free many slaves with his wealth eg. Bilal al habasyi (slave of Umayyah) for 5 ounces of gold. Umar al khattab’s slave Zinnyrah being tortured till she blind and he bought and free her.An Nahdiah with two daughters being tortured for islam but bought and freed by him. Slaves to bani Adi (tribe of Umar)
Ketika ditanya apa yang ditinggalkan untuk anak-anaknya, beliau menjawab, “Allah swt dan Nabi-Nya saw.” Ketika mendengar ini Umar ra berkata, “Tidak ada yang bisa melebihi Abu Bakr ra dalam memberi pelayanan kepada Islam.”
Bet that Rom soldier will outruled the Persian army (Ar Rum : 1) .
Immigrate to Abysinna, met ibn Dughnah on his way and ibn Dughnah promised to protect him, so he went back to Mekah, prayed at Kaabah and read aloud Quran in his house and at his garden. He was always crying and was called ad-bakkaa inn – always cry while reading quran because he read quran with passion. People were mesmerized with his recitation and with that embraced Islam. The quraish was angry and told ibn Dughnah. Then ibn Dughnah said he will give protection only if he could pray only in his house. But Abu Bakr rejected his protection and only seek protection from Allah and continue worshipping Allah in public without fear.
______________________________________________
Terlalu banyak mutiara tarbiah boleh kita ambil dari kisah Abu Bakar … tetapi bukan lah sekadar kisah utk kita cerita2 kan sahaja dalam usrah, tamrin,daurah,katibah, mabit etc etc … yang paling penting utk kita jadikan panduan, contoh, idola dalam membentuk peribadi diri sebagai individu muslim yang soleh wa musleh (solih dan men’soleh’kan) sebagaimana generasi pertama madrasah tarbiah Rasulullah…
Kesilapan kita yang paling besar dalam melihat kisah2 sahabat ini, kita selalu melihat mereka ini seorang ‘hamba Allah’ yang sangat suci,sangat hebat, sangat baik, x pernah buat dosa, hidup dgn Rasulullah, sangat perfect, sangat berani.. dan etc etc.. sehingga kita mengabaikan nilai2 manusiawi yang ade pada mereka.. yang juga ada pada kita… lantaran itu, kita merasakan taraf mereka terlalu jauh untuk kita capai dan gapai… kehidupan mereka seolah olah satu kehidupan yang asing bagi kita… sedangkan mereka menghirup udara yang sama dgn kita.. melalui masyarakat yang mengagungkan dan menentang islam.. seperti mana kita..tiada bezanya….
Mereka tentunya ada kelemahan2 tertentu, nafsu2 manusiawi yang menghantui.. sepertimana nafsu2 kita menghantui diri kita.. ada sahaja tarikan2 dunia ketika zaman itu yg menggugah iman mereka, seperti mana tarikan2 dunia ketika ini yang menggugah iman kita.. namun yang pastinya perjalanan hidup mereka ialah perjalanan mencari jalan ‘kembali kepada Allah mencari redhaNya’.. sebagaimana perjalanan hidup kita yang juga mencari jalan ‘kembali kpd Allah mencari redhaNya’.. insyaAllah…
Bagaimana mereka meningkatkan iman mereka melalu proses tarbiah ‘direct’ dari Allah dan ‘tutorial khas’ dari Rasulullah …begitulah juga yang perlu kita lalui… satu proses yang panjang.. yang perlu kepada contoh2 yang praktikal… yang nampak oleh mata kasar kita.. yang boleh dihayati oleh sanubari kita… maka dengan itu… wajarlah kita meletakkan kisah kisah sirah Rasulullah dan sahabat sahabat ini sesuatu yang dekat di hati kita, sebagai satu sumber rujukan dan panduan kepada kita dalam mengemudi hidup kita sehari hari…
Andai ingin mendidik diri menjadi seorang yg ’shadiq’ (membenarkan), tadhiyah yang maksimun, taat yang tiada kompromi, sahabat yang sejati, diamnya diam yang berisi dan penuh hikmah, jihadnya jihad yang menggunung tinggi… maka ambillah kisah Abu Bakr.. lalu sematkanlah dalam hati dan contohilah..
moga Allah merahmati…

-ummuzaid-